HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Misteri Sang Kucing

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
A+
Admin
Admin


Jumlah posting : 448 Age : 26
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Misteri Sang Kucing   Wed Oct 27, 2010 4:06 pm

Hari Itu Hari Minggu, Gyuri Dan Narsha Tengah Berbelanja Untuk Pesta Ulang Tahun Gikwang Yang Ke-5 Minggu Depan, Gyuri Mengecek Semua Belanja-An Nya. Bahan Makanan Sudah, Hadiah Untuk Gikwang Juga. Lalu Mereka Berdua Pun Pulang Ke Rumah Dengan Belanja-An Yang Menggunung. Sesampai Nya Di Rumah. Terdengar Tawa Riang Gikwang.

Gikwang : “He He He He, Sini Pus Pus Sini”

Gikwang Berlarian Di Ruang Tamu Rumah, Di Belakang Nya Mengekor Se-Ekor Kucing Jantan Kampung Berbulu Putih Polos Nan Bersih. Dujun Tengah Membaca Koran Pagi Sambil Minum Kopi. Gyuri Lalu Menangkap Gikwang Yang Tengah Berlarian.

Gyuri :”Hei Anak Mama, Pagi-Pagi Udah Lari-Lari”
Gikwang : “Hi Hi Hi Hi, Ini Ma, Kucing Nya Lucu, Dari Tadi Ngikutin Gikwang Terus”

“Bruk” Tubuh Sang Kucing Menubruk Gikwang Yang Berhenti Di Tengah Aksi Kejar-Kejaran Itu. Gikwang Lalu Melepas Tangkapan Gyuri Dan Mengendong Kucing Itu Dan Duduk Di Sofa. Gyuri Sangat Tidak Menyetujui Bila Ada Hewan Berkeliaran Di Rumah. Lalu Dengan Wajah Cemberut Bertanya Pada Dujun.

Gyuri : “Pa, Kucing Nya Dapat Di Mana”, Wajah Gyuri Terlihat Kesal
Dujun : “Aduh Ma, Jangan Marah Dulu Donk, Papa Tau Mama Nggak Suka Ada Hewan Berkeliaran Di Rumah, Tapi Ini Si Gikwang Yang Nggak Bisa Lepas Sama Si Kucing”, Dujun Meminta Maaf
Gyuri : “Dapat Nya Di Mana ?”
Dujun : “Tadi Waktu Jogging Pagi Bareng Gikwang, Ada Kucing Tiba-Tiba Ikut Lari Di Belakang Gikwang, Kami Terus Jogging Aja Keliling Komplek, Eh Masih Ngikut Juga, Akhir Nya Sampe Di Rumah, Jadi Kawan Nya Si Gikwang Tuh Sekarang”
Gyuri : “Aduh, Gimana Nih, Kucing Kan Biasa Nya Banyak Bawa Penyakit”
Dujun : “Tenang Aja Ma, Kucing Ini Bersih Kok”

Gyuri Tidak Mengacuh Kan Perkataan Dujun, Ia Langsung Menemui Gikwang Yang Tengah Bermain Bersama Si Kucing.

Gyuri : “Gikwang, Di Rumah Kita Nggak Boleh Ada Kucing, Jadi Sini Kucing Nya Ya, Mama Antar Kan Ke Yang Punya”
Gikwang : “Nggak Mau, Aku Mau Main Ama Kucing”

Gikwang Bertahan. Gyuri Lalu Menangkap Tubuh Kucing Yang Lucu Itu, Dan Hendak Membawa Nya Pergi, Sebelum Terhenti Oleh Tangisan Gikwang. Akhir Nya Gyuri Menyerah Dan Membiar Kan Si Kucing Bermain Dengan Gikwang. Lalu Narsha Datang Membawa Kue Bolu Kukus Favorit Gikwang. Narsha Lalu Mengamati Si Kucing Yang Tengah Bermain Dengan Gikwang.

Narsha : “Wah Lucu Ya Kucing Nya Giwkang, Ini Tante Bawa Kan Kue Favorit Gikwang, Tapi Cuci Tangan Dulu”
Gikwang : “He Eh, Tapi Tadi Hampir Di Bawa Kabur Mama”

Gikwang Lalu Pergi Mencuci Tangan Kemudian Memakan Kue Nya Dengan Lahap. Narsha Ikut-Ikutan Mengendong Si Kucing Dan Memperhatikan Kucing Itu Dengan Seksama. Dia Terlihat Agak Terkejut. Lalu Membawa Kucing Itu Kehadapan Dujun Dan Gyuri Yang Tengah Mengomel Karena Si Kucing.

Narsha : “Jun, Ri, Kucing Ini Kucing Nya Siapa ?”
Dujun : “Nggak Tau Sha, Tadi Ngekor Di Tengah Jogging Pagi, Emang Napa ?”
Narsha : “Kalo Kalung Leher Nya Ini Kamu Yang Kasih ?”
Dujun : “Nggak, Emang Nya Napa”

Narsha Lalu Memperlihatkan Kalung Leher Si Kucing, Kalung Leher Itu Terbuat Dari Pita Berbahan Sutra Asli Berwarna Merah, Dan Bermata Kan Sebuah Kristal Mungil Berbentuk Oval Berwarna Biru Muda Yang Berkilauan

Gyuri : “Kristal Ini…….”
Narsha : “Iya, Pemilik Kucing Ini Pasti Bukan Orang Sembarangan”
Gyuri : “Kita Harus Mengembalikan Nya”
Dujun : “Iya Ma, Tapi Gi Mana Mau Nyari Nya, Apa Kita Keliling Bertanya Sama Orang-Orang Komplek ?”
Gyuri : “Nggak Juga Pa, Kita Umum Kan Aja Di Koran, Mama Yakin Pasti Bakal Cepat Ketemu Siapa Pemilik Nya.

Lalu Di Umum Kan Lah Di Koran Tentang Kucing Itu. Foto Si Kucing Terpampang Di Halaman Koran. Dan 2 Hari Kemudian Datang Lah Telpon Dari Orang Yang Mengaku Sebagai Pemilik Si Kucing. Seorang Pria Bernama Richard Mengundang Dujun Sekeluarga Ke Rumah Nya Yang Berada Di Luar Kota. Dan Pergi Lah Dujun, Gyuri, Gikwang Dan Narsha Serta Si Kucing Ke Rumah Orang Tersebut Hari Itu Juga.

Rumah Richard Berada Di Luar Kota. Sangat Mengheran Kan Si Kucing Bisa Nyampe Ke Komplek Rumah Nya Dujun. Ternyata Perjalanan Menuju Rumah Sang Pemilik Kucing Membutuh Kan Waktu Panjang, 12 Jam. Mereka Berangkat Dari Shubuh Dan Sampe Sore Hari Nya. Rumah Nya Besar, Tiga Lantai, Model Eropa, Gyuri Terkagum-Kagum. Dujun Sekeluarga Lalu Di Persilah Kan Masuk. Seorang Pelayan Pria Berusia Muda Berusia Sekitar 20 Tahun Menyambut Mereka.

Pelayan : “Silakan, Tuan Sudah Menunggu Di Dalam”

Mereka Semua Masuk Ke Dalam, Dan Terkaget-Kaget Akan Isi Rumah Itu, Perabotan Rumah Yang Mahal, Lukisan-Lukisan Indah Tertempel Di Seluruh Penjuru Rumah. Di Ruang Tamu Telah Menunggu Seorang Pria dan Seorang Wanita Berpakaian Rapi Nan Mahal. Dujun Sekeluarga Lalu Di Sambut Dengan Hangat.

Pria : “Silakan Duduk, Perkenal Kan Nama Saya Richard Wraite Dan Ini Istri Saya Michele Wraite”

Lalu Semua Nya Memperkenal Kan Diri. Dan Percakapan Pun Di Lanjut Kan.

Dujun : “Jadi Tuan Pemilik Kucing Ini ?”
Richard : “Bukan, Sebenar Nya Pemilik Kucing Ini Adalah Ibu Saya Diana Wraite”
Gyuri : “Lantas Mengapa Kucing Ini Bisa Pergi Dari Rumah Ini ?”
Michele : “Sebenar Nya Kucing Ini Di Temu Kan Ibu Mertua Saya 2 Tahun Lalu, Saat Itu Kucing Ini Masih Kecil Dan Kaki Kanan Nya Terluka, Ibu Saya Yang Penyayang Lalu Merawat Nya, Dan Ternyata Keponakan Saya Ferry Juga Menyukai Nya, Lalu Ibu Mertua Saya Memberi Kan Kucing Ini Pada Ferry Sebagai Hadiah Ultah Nya Yang Kelima Saat Itu. Dan Ntah Mengapa Tiba-Tiba Kucing Ini Menghilang”
Gikwang : “Om, Tante Nama Nya Kucing Ini Siapa ?”

Si Kucing Terlihat Bergerak-Gerak Di Pangkuan Gikwang, Seperti Sedang Kembali Ke Kampung Halaman, Mungkin Begitu Yang Ia Pikir Kan.

Michele : “Nama Nya Hakuren, Ibu Yang Memberi Nama. Setiap Hari Ferry Selalu Bermain Dengan Nya”

Michele Tiba-Tiba Terlihat Sedih, Lalu Kemudian Menangis Tersedu-Sedu. Richard Mencoba Menenang Kan Nya

Michele : “Maaf Saya Permisi Sebentar”

Michele Pun Pergi Dengan Wajah Nya Yang Sedih.


Richard : “Maaf Istri Saya Jadi Sedikit Emosional Kalo Bercerita Tentang Ferry…”
Gyuri : “Mengapa Tuan ?”
Richard : “Ayah Saya Meninggal Ketika Saya Berusia 10 Tahun, Ayah Seorang Profesor, Beliau Genius Sekali, Beliau Meninggal Karena Peristiwa Kecelakaan Saat Eksperimen. Dan Ibu Saya Seorang Ahli Filsafat, Ia Juga Seorang Pelukis Dan Pengusaha. 2 Minggu Yang Lalu Ibu Saya Meninggal Dunia, Karena Sesak Napas, Dan 5 Hari Kemudian Ferry Menyusul Ibu Saya, Ia Meninggal Karena Tergelincir Dan Jatuh Dari Lantai Kamar Nya Di Tingkat 3, Dan Bagi Istri Saya Ferry Sudah Seperti Anak Kandung Kami Sendiri”
Dujun : “Maaf Tuan, Kami Tidak Tahu Tentang Itu…”

Lalu Datang Lah Seorang Wanita Muda Berpakaian Seksi, Wajah Nya Tidak Cantik. Namun Mata Nya Memancar Kan Tanda Bahwa Ia Dari Kalangan Atas.

Wanita : “Itu Lah Mengapa Kau Menikah Dengan Michele Kakak, Dia Itu Tidak Mampu Memberikan Keturunan, Maka Nya Ia Menganggap Ferry Yang Merupakan Anak Dari Adik Mu Yang Kawin Lari Lalu Tewas Dalam Kecelakaan Di Negeri Orang, Sebagai Anak Kandung Nya”
Richard : “Tutup Mulut Mu Gloria ! ! “
Gloria : “Aku Yakin Kak Terserah Pada Mu Lah Kakak Ku, Lantas Untuk Apa Kau Susah Payah Mencari Kucing Itu ?, Apa Kah Kau Ingin Harta Warisan Ibu ?”
Richard : “Untuk Apa Harta Itu Bagi Ku ?, Mungkin Engkau Lah Yang Mungkin Mengingin Kan Harta Itu. Semenjak Kau Berpacaran Dengan Pemusik Jalanan Yang Kampungan Itu Kau Jadi Semakin Menjengkel Kan Gloria !”
Gloria : “Tentu Saja Kau Butuh Uang, Kau Ingin Melakukan Bayi Tabung Bukan ?, Dasar, Tidak Mau Mengaku !”

Gloria Pergi Bagai Angin Topan, Ruang Tamu Tiba-Tiba Hening Seketika. Porak Poranda, Untung Lah Michele Tidak Mendengar Kan Perkataan Gloria, Jika Sampai Mendengar Kan Nya Mungkin…..

Richard : “Maaf Kan Atas Kelancangan Adik Saya, Dia Benar-Benar Kurang Ajar”
Dujun : “Tidak Apa-Apa Tuan, Kucing Ini Adalah Milik Anda, Kami Serah Kan Kembali Pada Anda”
Richard : “Terima Kasih”

Hakuren Lalu Lepas Dari Pangkuan Gikwang Dan Berjalan Menuju Richard. Gikwang Terlihat Sedih Karena Harus Melepas Kan Hakuren.

Dujun : “Baik Lah Kalau Begitu Kami Pulang Dulu, Ayo Gikwang Pulang”
Gikwang : “Eeeee, Iya…”
Richard : “Tunggu Dulu Tuan, Ada Baik Nya Anda Menginap Di Sini Saja”
Gyuri : “Tidak Usah Tuan, Kami Bisa Menyewa Hotel”
Richard : “Tidak, Sebagai Ungkapan Terima Kasih Anda Menginap Lah Di Rumah Kami, Ayo Lah”
Dujun : “Gimana Ma ?”
Gyuri : “Ya Sudah Lah, Terima Kasih Tuan”

Menginap Lah Dujun Sekeluarga Di Rumah Keluarga Diana Wraite. Mereka Mendapat Kan Dua Kamar. Gikwang Dan Narsha Tidur Di Kamar Tamu, Sedang Kan Dujun Dan Gyuri Tidur Di Kamar Bekas Kamar Nya Ferry Wraite. Malam Pun Tiba, Dujun Dan Gyuri Di Panggil Makan Malam Oleh Si Pelayan Muda. Di Ruang Makan Telah Berkumpul, Ada Empat Orang Yang Belum Keluarga Dujun Kenali Di Meja Makan. Makanan Dan Minuman Pun Tersaji Dan Percakapan Malam Yang Nanti Nya Akan Sangat Mengusik Perasaan Dujun Dan Gyuri Di Mulai.

Richard : “Silakan Duduk, Mari Silah Kan Makan”
Dujun : “Terima Kasih Tuan Atas Jamuan Nya”
Pria Berdandanan Rocker : “Jadi Ini Penemu Si Hakuren ?”
Gloria : “Iya Steve Sayang, Mereka Benar-Benar Baik Hati Sekali Mengembali Kan Kucing Itu, Bah Kan Sampai Membuat Iklan Di Koran, Terima Kasih Tuan Dan Nyonya…”
Gyuri : “Sudah Nona, Kami Hanya Mengembali Kan Yang Bukan Milik Kami:
Hakuren : “Meong…..”

Terlihat Hakuren Mendekati Kaki Seorang Gadis Berusia 10 Tahun Yang Seperti Keturunan Orang Asing. Gadis Itu Terlihat Lesu, Namun Wajah Nya Menanda Kan Bahwa Ia Cerdas.

Gadis 10 Tahun : “Quiet Hakuren, Aku Mau Makan, Perut Ku Lapar Seharian Ini Aku Di Sekolah Yang Baru Harus Introduce Ke Semua Orang Di Sekolah”
Hakuren : “Meong….”
Michele : “Sudah Anita, Makan Lah, Hakuren Tidak Akan Menganggu Mu Kok”
Anita : “OK Tante Michele, Aku Akan Makan”
Michele : “Oh Ya Tuan Dujun Sekeluarga Pasti Belum Seluruh Nya Mengenal Keluarga Kami. Baik Lah Saya Akan Perkenal Kan, Ini Anita, Ia Adalah Kakak Perempuan Ferry, Ia Baru Pindah Kemari Setelah Kematian Ibu, Sebelum Nya Ia Bersekolah Di Paris, Di Kampung Halaman Ayah Nya. Pria Yang Mengena Kan Pakaian Rocker Itu Adalah Steve, Tunangan Gloria”

Lalu Gyuri Memandang Ke Pria Yang Sudah Berumur Di Sebelah Nya.

Richard : “Dia Adalah Paman Tom, Ia Pengacara Keluarga Kami”
Tom : “Halo Tuan Dujun Sekeluarga, Terima Kasih Telah Mengembali Kan Hakuren”
Dujun : “Sama-Sama Tuan”
Tom : “Hakuren Adalah Harta Paling Berharga Bagi Keluarga Ini”
Steve : “Sudah Lah Kakek, Orang Asing Yang Bukan Keluarga Wraite Tidak Boleh Tahu Rahasia Harta Keluarga Wraite”
Richard : “Engkau Lah Orang Asing Di Keluarga Kami Steve, Tidak Kah Kau Menyadari Nya ???!!!”
Steve : “Aku Tidak Mau Bertengkar Dengan Mu Richard”
Gloria : “Sudah Sayang, Tidak Usah Dengar Kan Kakak Ku Yang Bodoh Itu, Dia Selalu Menghina Karier Mu Sebagai Penyanyi Yang Belum Sukses, Tapi Lihat Nanti 2 Tahun Lagi Aku Yakin Kau Bakal Suskses Sayang”
Richard : “Bakal Sukses Apa ? Dia Itu Tidak Bisa Bernyanyi, Maka Nya Tidak Terkenal, Hanya Menjual Tampang Sok Ganteng Nya Itu Saja !”
Gloria : “Steve Masih Lebih Baik Dari Istri Mu Michele, Michele Adalah Wanita Sial. Ia Mandul Dan Tidak Mampu Menyelamat Kan Nyawa Ibu Dan Keponakan Ku Ketika Mereka Sekarat !”
Richard : “Diam Kau Gloria ! ! ! !”

Michele Berlari Dan Menangis, Richard Menyusul Nya. Gloria Dan Steve Pun Angkat Kaki. Anita Pergi Sambil Mengacuh Kan Hakuren Di Lantai Yang Mendekati Nya. Hakuren Lalu Berlari Menuju Gikwang. Makan Malam Pun Jadi Berantakan Tak Tentu. Hanya Tinggal Dujun Sekeluarga Dan Sang Pengacara Tom Yang Ada Di Meja Makan.
Dujun Sekeluarga Sudah Tidak Tahu Mau Berbuat Apa Lagi, Hakuren Mendekati Gikwang, Gikwang Lalu Memangku Dan Mengelus Nya. Mereka Terdiam. Dan Tom Pun Mulai Membuka Pembicaraan.


Tom : Apa Kah Anda Semua Ingin Tahu Tentang Hakuren ?
Gikwang : Iya Om, Aku Ingin Tahu…
Dujun : Eh Gikwang…..
Gikwang : Eeee…
Tom : Tidak Apa-Apa Tuan Dujun, Saya Memang Tengah Mencari Saksi Untuk Harta Warisan Keluarga Wraite Ini
Gyuri : Memang Nya Ada Apa Tuan Tom ?
Tom : Hakuren Adalah Pewaris Utama Harta Keluarga Ini, Begitu Yang Nyonya Wraite Tulis Dalam Surat Wasiat Nya
Gyuri : Hah ??????????
Tom : Selain Itu Orang Yang Memelihara Nya Juga Berhak Mendapat Kan Harta Warisan Yang Juga Lumayan Dari Keluarga Wraite.
Dujun : Apa Kah Ini Benar ?
Tom : Iya Itu Yang Tertulis Di Surat Wasiat Nyonya Diana Wraite, Setelah Hakuren Dewasa Maka Ia Mendapat Kan Harta Yang Banyak Dari Keluarga Wraite, Sedang Kan Yang Menjaga Nya Juga Mendapat Kan Harta Dalam Jumlah Yang Lumayan
Narsha : Wow, Orang Kaya Emang Suka Aneh-Aneh
Tom : Di Tambah Lagi, Ada Peraturan Nya. Jika Sampai Dewasa Hakuren Masih Hidup, Maka Harta Akan Menjadi Milik Nya, Namun Bila Ia Meninggal Sebelum Dewasa Maka Harta Nya Akan Banyak Jatuh Ke Orang Yang Merawat Nya, Dan Sisa Nya Untuk Keluarga Wraite Lain Nya Dan Jika Orang Yang Merawat Nya Meninggal Setelah Hakuren, Maka Harta Jatah Orang Itu Akan Di Sumbang Kan Ke Departemen Sosial. Dan Bila Orang Yang Merawat Nya Meninggal Terlebih Dahulu, Maka Jatah Harta Untuk Orang Yang Merawat Nya Akan Menjadi Hak Hakuren Semua. Dan Penjelasan Detail Tentang Harta Akan Di Buka Setelah 5 Tahun Kematian Nyonya Diana.
Gyuri : Benar-Benar Mencengang Kan, Mengapa Harta Tidak Langsung Di Bagi Rata Saja Kepada Keturunan-Keturunan Nya ?
Tom : Nyonya Diana Mengetahui Semua Tentang Keluarga Nya, Maka Ia Lebih Memilih Jalan Ini Sebagai Jalan Terbaik Untuk Keluarga Nya, Baik Lah Kalo Begitu, Saya Pamit Juga, Oh Ya, Saya Masih Meminta Anda-Anda Semua Menjadi Saksi Waris Keluarga Hakuren Jika Anda Mau, Silakan Hubungi Saya Ke Nomor Berikut.

Tom Pergi Sambil Meninggal Kan Kartu Nama Nya. Lalu Gyuri Dan Narsha Memberes Kan Makan Malam Itu, Sementara Gikwang Bermain Dengan Hakuren Di Ruang Tamu, Sementara Dujun Berjalan-Jalan Berkeliling Rumah. Di Saat Memberes Kan Makan Malam, Datang Lah Seseorang Yang Gyuri Lihat Di Meja Makan Tadi, Ia Adalah Kepala Pelayan. Seorang Wanita Berwajah Ramah Nan Berwibawa.

Kepala Pelayan : Maaf Nona-Nona Sekalian, Ini Seharus Nya Pekerjaan Deni, Sang Pelayan Muda, Bukan Untuk Tamu-Tamu Keluarga Wraite, Saya Julia Selaku Kepala Pelayan Keluarga Wraite Meminta Maaf.
Narsha : Tidak Apa-Apa Bu Julia, Kami Di Sini Telah Menumpang Makan.
Gyuri : Iya Bu, Pekerjaan Rumah Begini Sudah Biasa Kami Laku Kan
Julia : Seharus Nya Deni Melakukan Tugas Nya, Tapi Ntah Ke Mana Ia Pergi
Narsha : Sudah Bu, Kami Saja Yang Mengerja Kan

Lalu Ketiga Wanita Ini Pun Memberes Kan Makan Malam. Lalu Gyuri Dan Narsha Duduk Di Teras Sementara Julia Datang Membawa The Hijau Dan Camilan Untuk Mereka Nikmati Bersama.

Julia : Ayo Dicicipi, Ini Buatan Saya Lho
Gyuri : Terima Kasih
Narsha : Hm.., Enak Bu Camilan Nya
Julia : Ini Keripik Kentang Faorit Tuan Ferry

Wajah Julia Juga Terlihat Sedih Saat Membicara Kan Ferry. Gyuri Dan Narsha Lalu Bertanya Mengapa Ferry Meninggal

Julia : Saya Benar-Benar Kasihan Sekali Dengan Tuan Muda Ferry, Iya Adalah Cucu Kesayangan Nyonya Diana, Saya Yakin Itu. Tuan Muda Ferry Adalah Anak Kedua Dari Nona Puspita Dan Tuan James. Pernikahan Nona Puspita Yang Merupakan Anak Kedua Dari Nyonya Diana Tidak Direstui Nyonya, Maka Nya Mereka Kawin Lari Ke Paris, Tempat Tinggal Tuan James. Mereka Akhir Nya Mempunyai Anak Pertama Yaitu Nona Anita, Lalu Tiga Tahun Kemudian Mereka Mempunyai Anak Kedua Yaitu Tuan Ferry, Dari Lahir, Tuan Muda Ferry Sudah Sakt-Sakitan Jadi Ia Sering Menginap Di Rumah Sakit, Sedang Kan Nona Anita Semenjak Usia Enam Tahun Sudah Bersekolah Asrama Di Paris.
Gyuri : Lalu Kenapa Dengan Kedua Orang Tua Anita Dan Ferry ?
Julia : Mereka Meninggal Saat Pergi Ke Rumah Sakit Untuk Menjaga Ferry, Mobil Mereka Tabrakan.
Narsha : Kasihan Anita Dan Ferry
Julia : Lalu Empat Tahun Lalu, Ferry Di Bawa Kemari Untuk Memeriksa Kan Penyakit Nya Sedang Kan Anita Melanjut Kan Sekolah Asrama Nya
Gyuri : Memang Nya Penyakit Ferry Apa ?
Julia : Dia Leukimia, Semua Orang Di Keluarga Ini Menyayangi Anita Dan Ferry. Mereka Telah Mencoba Mendonor Kan Sum Sum Nya, Namun Tidak Ada Yang Cocok, Bahkan Nona Anita Dan Nyonya Diana Tidak Ada Yang Cocok.
Gyuri : Jadi Ferry Hidup Di Sini Dengan Penyakit Nya ?
Julia : Iya, Dan 2 Tahun Lalu Datang Lah Hakuren Yang Terluka, Nyonya Diana Merawat Nya Dan Ferry Terlihat Gembira Saat Bermain Dengan Hakuren, Namun Nyonya Meninggal Karena Sesak Napas 2 Minggu Lalu, Begitu Juga Tuan Muda Ferry Yang Tergelincir Dari Lantai 3 Beberapa Hari Lalu
Narsha : Naas Sekali Nasib Keluarga Ini
Julia : Iya, Nyonya Diana Menyesal Tidak Merestui Pernikahan Nona Puspita Dan Tuan James, Nona Anita Pun Akhir Nya Disuruh Tinggal Di Rumah Ini Setelah Kematian Nyonya Diana Dan Dia Lah Yang Merawat Hakuren, Namun Karena Kesibukan Di Sekolah Baru Nya Ia Agak Mengacuh Kan Hakuren. Keluarga Ini Bahagia, Namun Semenjak Ke Munculan Tuan Steve Tunangan Nona Gloria, Rumah Ini Kacau, Nona Gloria Berubah Kasar, Dan Nyonya Diana Tidak Suka Steve. Depresi Nya Nyonya Michele Juga Menambah Buruk Keluarga Ini. Nona Michele Yang Seorang Dokter Sangat Sedih Tidak Bisa Mempunyai Anak. Di Tambah Lagi, Ia Tidak Menyelamat Kan Nyawa Ibu Mertua Dan Keponakan Nya Tersayang. Sekarang Keluarga Ini Kacau, Semua Tengah Membutuh Kan Uang.
Narsha : Ooh
Julia : Baik Lah Kalau Begitu Saya Kembali Ke Dalam, Mau Menyiap Kan Bahan Makanan Untuk Besok Pagi

Sementara Itu Dujun Mengamati Potret Keluarga Besar Wraite, Semua Lengkap Baik Itu Tuan Besar Wraite Serta Nona Puspita Dan James Bahkan Steve Pun Ada. Beberapa Hal Aneh Dujun Perhati Kan Dalam Poteret |Itu. Potret Nya Berlatar Kan Warna Biru Langit, Potret Ini Di Edit Dengan Aplikasi Pemroses Gambar. Tak Heran Mengapa Steve Masuk Dalam Potret Keluarga, Karena Gloria Lah Yang Mengedit Potret Itu. Tertera Di Sudut Potret, Gloria’s Graphical. Lalu Dujun Berjalan Lagi Menuju Kebun Bunga Di Bagian Belakang Rumah. Di Sana Terlihat Sang Pelayan Muda Tengah Memangkas Dahan-Dahan Bunga Yang Layu.

Dujun : Wah Rajin Sekali Anda Malam-Malam Membersih Kan Kebun Bunga Ini
Deni : Terima Kasih Tuan, Ini Adalah Kebun Kesayangan Nyonya Diana, Setiap Hari Selalu Ia Rawat, Namun Semenjak Ia Tiada Saya Lah Yang Merawat Nya, Nyonya Begitu Suka Akan Bunga, Bagi Nya Bunga Mampu Menentram Kan Hati Yang Gelisah
Dujun : Iya Saya Juga Sependapat
Deni : Disini Pula Lah Nyonya Bertemu Hakuren, Si Kucing Hilang, 2 Tahun Lalu, Saat Itu Saya Baru 2 Minggu Bekerja Di Sini, Nyonya Memanggil Saya Untuk Membawa Kan Obat Bagi Hakuren Saat Itu, Saya Masih Ingat….
Dujun : Maaf Kalau Boleh Tahu Nyonya Diana Sakit Apa Sampai Meninggal Dalam Kondisi Sesak Napas ?
Deni : Nyonya Tidak Sakit Apa-Apa Tuan, Begitu Yang Di Kata Kan Nyonya Michele, Namun Berbeda Dengan Tuan Ferry Yang Sakit Leukimia Itu.
Dujun : Oh Jadi Hanya Penyakit Karena Sudah Tua Saja ?
Deni : Iya Mungkin Begitu, Hari Itu Nyonya Marah Besar Akan Pertunangan Yang Terjadi Antara Nona Gloria Dan Tuan Steve, Jadi Ia Beristirahat Di Kamar Nya
Dujun : Nyonya Diana Marah ?
Deni : Beliau Marah, Lalu Kepala Nya Terasa Pusing, Nyonya Michele Memberi Kan Obat Parasetamol, Sementar Julia Membuat Kan Teh Hangat Untuk Nya. Tuan Richard Membeli Kan Martabak Kacang Favorit Nyonya. Tuan Steve Yang Miskin Hanya Bisa Membawa Bunga Dari Kebun Ini Untuk Nya, Bunga Mawar Merah Dan Memasuk Kan Nya Dalam Vas Mungil Nan Cantik. Sementara Nona Gloria Membuat Kue Bolu Koja Sebagai Permintaan Maaf, Namun Nyonya Memuntah Kan Nya Ia Bilang Kue Nya Masam.
Dujun : Kamu Bawa Apa ?, Ferry Bawa Apa Untuk Nyonya ?
Deni : Saya Cuma Duduk Menemani Nyonya Bersama Tuan Muda Ferry Menghibur Nya Dengan Menyanyi Kan Lagu Nina Bobo Agar Beliau Tidur, Itu Adalah Tuan Muda Ferry Lho. Dan Beliau Tertidur Sebentar, Kami Pun Keluar Dan Nyonya Hanya Lah Sendirian Di Dalam, Saya Yakin Sekali, Karena Saya Yang Menutup Pintu Kamar Nyonya. Dan Satu Jam Kemudian Nyonya Berteriak, Ia Terlihat Sesak Dan Akhir Nya Beliau Meninggal.
Dujun : Kasihan Beliau
Deni : Lebih Kasihan Lagi Nona Anita, Setelah Ayah Dan Ibu, Sekarang Nenek Nya, Lalu Ketika Baru Pulang Untuk Memakam Kan Nenek Nya, Beberapa Hari Lalu Giliran Adik Nya Meninggal Dunia. Tuan Muda Ferry Meninggal Karena Tergelincir, Saat Itu Saya Melihat Hakuren Mengeong-Mengeong Di Kebun Ini, Sementara Di Atas, Di Lantai Tiga, Tuan Muda Ferry Terlihat Limbung, Badan Nya Bergoyang Ketika Melihat Ke Bawah Dan Ia Jatuh Di Kebun Bunga Ini, Dari Atas Lantai Tiga Di Sana, Saya Menjerit Ketakutan, Karena Kepala Tuan Muda Ferry Berdarah Hebat, Saya Menangis, Walau Pun Saya Baru 2 Tahun Bekerja Di Sini, Tuan Muda Ferry Bagai Kan Adik Saya Sendiri. Yang Pertama Muncul Dari Beranda Lantai Tiga Adalah Nyonya Michele Yang Membawa Kan Kue Dan Teh Untuk Nona Anita. Nona Anita Datang Kemudian Ia Sedang Menyiap Kan Peralatan Sekolah Nya Di Kamar Nya Di Lantai 3. Lalu Nona Gloria Dan Tuan Steve Yang Sedang Menonton Di Kamar Nona Gloria Di Lantai 3 Keluar, Sementara Julia Membantu Saya Membawa Tubuh Tuan Ferry Ke Dalam, Sedang Kan Tuan Richard Berlari Turun Dari Kamar Nya Di Lantai 2 Sambil Menelpon Ambulan, Namun Sayang Tuan Muda Ferry Meninggal Di Perjalanan.

Terlihat Mata Deni Berkaca-Kaca, Dujun Segera Menghibur Nya Dan Mengatakan Mungkin Itu Sudah Takdir Ferry. Deni Pun Agak Bersemangat Kembali Dan Mohon Diri Untuk Pergi Memberes Kan Makan Malam. Dan Malam Nya Dujun Dan Gyuri Tidur Di Kamar Bekas Kamar Ferry, Sementara Gikwang, Hakuren Dan Narsha Tidur Di Kamar Tamu. Malam Nya Dujun Terbangun, Ia Mendengar Gikwang Menangis Pilu Dan Sedih, Dujun Pun Berlari Mencari Asal Suara, Ia Melihat Sosok Gikwang Menangis Di Beranda Lantai 3. Dujun Segera Menepuk Bahu Gikwang.

Dujun : “Gikwang Kenapa ?”

Namun Ternyata……………………………………………………………………………
Itu Bukan Gikwang, Itu Adalah Sosok Bocah Berusia 7 Tahun Berambut Pirang Emas Dengan Kepala Nya Yang Berlumuran Darah. Namun Ia Berhenti Menangis Dan Tersenyum Kecut Pada Dujun. Dujun Menyadari Sosok Itu. Sosok Itu Adalah Ferry Yang Telah Meninggal……………..

Ferry : Paman, Please Save Them, I Love Them, The Two Of Them, You Must Save Them For Sure, Apa Pun Yang Terjadi Dengan Ku, Kau Harus Menyelamat Kan Mereka Paman, Because I Love Them Paman…….

Lalu Sosok Itu Meloncat Ke Bawah Dari Lantai 3, Dan Dujun Berteriak………………

Gyuri : Pa, Papa Kenapa ?

Dujun Terbangun , Ternyata Hanya Mimpi. Lalu Ia Mencerita Kan Mimpi Nya Pada Gyuri, Dan Gyuri Berkata Mungkin Itu Hanya Bunga Tidur, Namun Dujun Mulai Mencerita Kan Informasi Yang Ia Dapat Selama Berkeliling Rumah, Gyuri Pun Mencerita Kan Informasi Yang Ia Dengar. Setelah Saling Bercerita, Akhir Nya Mereka Tidur, Dan Pagi Pun Datang. Dujun Sekeluarga Turun Untuk Berpamitan Dengan Keluarga Wraite, Namun Richard Dan Michele Mengajak Mereka Sarapan Terlihat Tom Sang Pengacara Keluarga Wraite Hadir Ikut Sarapan Bersama. Gikwang Sudah Selesai Sarapan, Dan Ia Melihat Hakuren Tengah Bermain Dengan Anita Yang Duduk Diam Mengamati Hakuren. Lalu Datang Lah Deni Membawa Kan Susu Segar. Lalu Gikwang Ikut Bermain Bersama Anita Dan Hakuren. Lalu Anita Menuang Kan Susu Di Cangkir Untuk Nya Dan Gikwang, Serta Di Lantai Untuk Hakuen. Mereka Lalu Meminum Susu. Tiba-Tiba Hakuren Terlihat Kejang Dan Muntah, Begitu Pula Anita Ia Muntah, Gikwang Kepala Nya Pusing Tiba-Tiba, Ia Berteriak Memanggil Narsha.

Gikwang : Tante !, Tolong……..

Gikwang Ambruk, Anita Juga Dan Hakuren Juga, Semua Panik Dan Berlarian Menyelamat Kan Mereka Bertiga. Lalu Gyuri Dan Narsha Mengangkat Tubuh Mereka Bertiga, Masih Bernapas Namun Tidak Sadar. Keluarga Dan Pembantu Wraite Ingin Ikut, Namun Dujun Melarang Mereka. Dan Pergi Lah Gyuri Dan Narsha Menyelamat Kan Nyawa Ketiga Orang Itu. Dujun Lalu Mengumpul Kan Semua Penghuni Rumah Keluarga Wraite.

Dujun : Setelah Melihat Peristiwa Ini, Saya Menjadi Yakin Sekali
Richard : Yakin Apa, Saya Ingin Melihat Kondisi Keponakan Ku
Dujun : Tenang, Tuan, Saya Yakin Ia Selamat, Mereka Hanya Pingsan Dan Masih Bernapas. Sekarang Saya Akan Menyatakan Beberapa Hal, Pertama Nyonya Diana Wraite Di Bunuh, Begitu Pula Ferry Wraite Ia Juga Di Bunuh, Dan Terakhir Ada Nya Percobaan Pembunuhan Pagi Ini.

Semua Tercengang, Shock Luar Biasa, Dan Dujun Mncerita Kan Hal Sebenar Nya. Dan Itu Lah Kebenaran Nya.

Ada Apa Di Balik Kematian Diana Wraite (Pelaku, Motif, Krono) ?
Ada Apa Di Balik Kematian Ferry Wraite (Pelaku, Motif, Krono) ?
Ada Apa Di Balik Percobaan Pembunuhan Pagi Ini (Pelaku, Motif, Krono) ?
Misteri Apa Yang Di Miliki Hakuren ?

Setiap Jawaban Harus Diberikan Alasan.

Maaf Kalo Udah Kayak Cerpen Dan Kurang Logis, Semoga Menarik Dan Menghibur. Selamat Menjawab.

/*Bila Ada Kesamaan Nama, Tempat, Kejadian Dan Apa Pun Itu Tidak Di Sengaja Tanpa Mengandung Maksud Apa-Apa*/

Dapat RP Loh Dari Saya

_________________
Berapa Nilai Dari Kasih Dan Cinta ? , Kasih Dan Cinta Hanya Lah Nafsu Belaka

Berapa Nilai Dari Duka Dan Benci ? , Duka Dan Benci Hanya Lah Keluhan Manusia


Last edited by A+ on Thu Oct 28, 2010 7:10 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://ariakbarsyah.weebly.com
Elank_kiRa
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 162 Age : 28
Lokasi : Utama kamar 1

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Wed Oct 27, 2010 9:24 pm

:maaf1: belum sempat baca... panjang nian... kelak kalau lagi banyak waktu di baca sekaligus coba jawab... :upil2:
Back to top Go down
View user profile
A+
Admin
Admin


Jumlah posting : 448 Age : 26
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Wed Oct 27, 2010 9:42 pm

Elank_kiRa wrote:
:maaf1: belum sempat baca... panjang nian... kelak kalau lagi banyak waktu di baca sekaligus coba jawab... :upil2:

Seep

_________________
Berapa Nilai Dari Kasih Dan Cinta ? , Kasih Dan Cinta Hanya Lah Nafsu Belaka

Berapa Nilai Dari Duka Dan Benci ? , Duka Dan Benci Hanya Lah Keluhan Manusia
Back to top Go down
View user profile http://ariakbarsyah.weebly.com
Elank_kiRa
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 162 Age : 28
Lokasi : Utama kamar 1

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Fri Oct 29, 2010 11:21 am

capek bacanya.....:ko1:

cluenya dikit amat... yang bisa di analisis cuma pembunuhan diana..
pembunuh : steve (tunangan gloria), tapi diana tidak suka dan marah2 saat mereka tunangan
krono : steve memberikan bunga mawar (yang sudah di semprot racun), karena dia tau diana suka bunga dan pasti akan mencium bunga itu..
motif : steve yang miskin setelah tunangan dengan gloria berharap jika diana mati gloria mendapatkan sebagian harga keluarga wraite akan jatuh ke tangan gloria..

:maaf1: :maaf1: jika asal2an...
mohon clue untuk pembunuhan ferry dan yang terjadi tadi pagi serta mistery hakuren..
Back to top Go down
View user profile
Akhnukh
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 167 Age : 26
Lokasi : bengkulu

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sat Oct 30, 2010 12:17 am

eeh...
pas gugling, ada nih cerita, soal plus jawabanny...

jd, ga mungkin saya jawab.. ga sreg...
Back to top Go down
View user profile
A+
Admin
Admin


Jumlah posting : 448 Age : 26
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sat Oct 30, 2010 5:43 am

Akhnukh wrote:
eeh...
pas gugling, ada nih cerita, soal plus jawabanny...

jd, ga mungkin saya jawab.. ga sreg...

Ya Udah Kalo Dah Ketahuan, Case Closed Deh, Itu Kasus Saya Juga Loh, , Nggak Nyangka Bisa Masuk Google , :maaf1: Ya Case Nya Repost Saya Pikir Nggak Bakal Ada Yang Tau, Tapi Tunggu Aja Case Saya Yang Baru Bentar Lagi, Benar-Benar Baru,

_________________
Berapa Nilai Dari Kasih Dan Cinta ? , Kasih Dan Cinta Hanya Lah Nafsu Belaka

Berapa Nilai Dari Duka Dan Benci ? , Duka Dan Benci Hanya Lah Keluhan Manusia
Back to top Go down
View user profile http://ariakbarsyah.weebly.com
Elank_kiRa
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 162 Age : 28
Lokasi : Utama kamar 1

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sat Oct 30, 2010 11:33 am

terus bagaimana dengan saya yang susah payah menganalisis? :malu1: :bingung2:
Back to top Go down
View user profile
A+
Admin
Admin


Jumlah posting : 448 Age : 26
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sat Oct 30, 2010 11:41 am

Elank_kiRa wrote:
terus bagaimana dengan saya yang susah payah menganalisis? :malu1: :bingung2:

Tenang Kaka, RP + Sent

_________________
Berapa Nilai Dari Kasih Dan Cinta ? , Kasih Dan Cinta Hanya Lah Nafsu Belaka

Berapa Nilai Dari Duka Dan Benci ? , Duka Dan Benci Hanya Lah Keluhan Manusia
Back to top Go down
View user profile http://ariakbarsyah.weebly.com
Elank_kiRa
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 162 Age : 28
Lokasi : Utama kamar 1

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sat Oct 30, 2010 5:31 pm

A+ wrote:
Elank_kiRa wrote:
terus bagaimana dengan saya yang susah payah menganalisis? :malu1: :bingung2:

Tenang Kaka, RP + Sent
terimakasih mimin...
Back to top Go down
View user profile
Akhnukh
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 167 Age : 26
Lokasi : bengkulu

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sat Oct 30, 2010 11:28 pm

A+ wrote:
Akhnukh wrote:
eeh...
pas gugling, ada nih cerita, soal plus jawabanny...

jd, ga mungkin saya jawab.. ga sreg...

Ya Udah Kalo Dah Ketahuan, Case Closed Deh, Itu Kasus Saya Juga Loh, , Nggak Nyangka Bisa Masuk Google , :maaf1: Ya Case Nya Repost Saya Pikir Nggak Bakal Ada Yang Tau, Tapi Tunggu Aja Case Saya Yang Baru Bentar Lagi, Benar-Benar Baru,

masa sih itu mimin yg buat kasus..?
udah berserakan di gugel...

coba copy aja kalimat pertama ke gugel...
Back to top Go down
View user profile
A+
Admin
Admin


Jumlah posting : 448 Age : 26
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Sun Oct 31, 2010 6:27 am

Akhnukh wrote:
A+ wrote:
Akhnukh wrote:
eeh...
pas gugling, ada nih cerita, soal plus jawabanny...

jd, ga mungkin saya jawab.. ga sreg...

Ya Udah Kalo Dah Ketahuan, Case Closed Deh, Itu Kasus Saya Juga Loh, , Nggak Nyangka Bisa Masuk Google , :maaf1: Ya Case Nya Repost Saya Pikir Nggak Bakal Ada Yang Tau, Tapi Tunggu Aja Case Saya Yang Baru Bentar Lagi, Benar-Benar Baru,

masa sih itu mimin yg buat kasus..?
udah berserakan di gugel...

coba copy aja kalimat pertama ke gugel...

Iya Loh, Nick Detetktif Saya lee_donghae

_________________
Berapa Nilai Dari Kasih Dan Cinta ? , Kasih Dan Cinta Hanya Lah Nafsu Belaka

Berapa Nilai Dari Duka Dan Benci ? , Duka Dan Benci Hanya Lah Keluhan Manusia
Back to top Go down
View user profile http://ariakbarsyah.weebly.com
Sponsored content




PostSubject: Re: Misteri Sang Kucing   Today at 4:38 pm

Back to top Go down
 
Misteri Sang Kucing
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Misteri 11 hari yang hilang dari kehidupan Agatha Christie
» Hoby Kucing + yang suka Kucing
» [ASK] "mata kucing" depan & belakang
» Cerita Plester (plesetan Misteri) "Ninja Menangis di Tengah Malam"
» bercanda dengan LOGIKA

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: Hobbies Di HIMATIF UNIB :: Books And Manga Room-
Jump to: