HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 CERPEN : ADA APA DENGANKU?????

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Irham
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 68 Age : 26
Lokasi : Taman Langit

PostSubject: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Wed Nov 10, 2010 10:00 pm

Ada Apa Dengan Ku?




Di Jakarta, semua orang mengenalku dengan sebutan Tracy. Nama ini bukan nama sebenarnya. Nama ini kuambil dari nama salah seorang artis Jakarta yang bernama Tracy Trinita. Seorang model yang mempunyai tubuh tinggi semampai.
Aku memakai nama ini bukan tanpa alasan. Sejak kecil aku senang bergaya ala perempuan. Aku sering menggunakan pakaian – pakaian ibuku dan kakakku. Aku adalah anak ke empat dari empat bersaudara. Kakakku yang pertama adalah laki – laki. Umurnya 10 tahun lebih tua daripada aku. Ia sudah berkeluarga. Dua orang kakakku yang lainnya adalah perempuan. Mereka 3 – 4 tahun labih tua dariku.
Aku tidak tahu bagaimana aku bisa jadi seperti ini. Aku selalu benci dengan keadaanku yang merupakan seorang laki – laki. Aku ingin menjadi seperti seorang perempuan. Cantik, menggunakan make up, menggunakan baju yang seksi, dan lain sebagainya. Namun, bukan berarti tampangku di bawah standar. Mukaku bisa dibilang tampan, bersih dari jerawat, dan rambutku hitam. Di sekolah aku menjadi salah satu cowok yang digandrungi para cewek.
Pertama aku menjalani hidupku yang bisa dibilang “antara pria dan wanita” ini, santai dan tiada beban. Aku menjalaninya tanpa tahu keluargaku. Aku tidak berani memberitahu mereka, apalagi kepada ayahku. Kalau ayahku tahu, bisa mati aku.
Tapi, mungkin sudah nasibku. Aku ketahuan oleh ayahku sedang menggunakan pakaian dalam kakakku. Alhasil, aku dimarah habis – habisan. Namun, puncak kemarahan ayahku adalah ketika ia melihat isi lemari pakaianku yang semuanya pakaian wanita. Ayah gelap mata dan langsung mengusirku dari rumah. Saat itu semua keluargaku benci kepadaku karena aku dianggap telah memalukan keluarga. Namun, aku tetap bersyukur karena ibu masih manyayangiku dan terus mendoakanku agar aku kembali kepada kodratku sebagai laki – laki.
Saat aku diusir, umurku 16 tahun. Aku pergi tak tentu arah.
# # #

“Kelakuan si kucing garong.
Bila lihat mangsa mengeong
Main embat main sikat
Mangsa yang lewat, Na ….. na ….. na…”
“Uangnya Pak, Bu. Terima kasih.”
“Tracy ……….”
Aku pun menoleh mencari arah datangnya suara. Setelah aku ketahui suara siapa itu, aku pun mendekati orang yang memanggilku.
“Wah udah hapal ya lagu kucing garong. Hebat kamu. Baru kemarin lagu itu nongol di TV, eh kamunya sudah bisa ngalahin penyanyi aslinya.”
“Ah, kamu tuh bisa aja ya. Sambil mencubit Tyas, aku pun tersipu malu. Ekspresiku persis mencerminkan kalau aku banci.
Tyas adalah orang pertama yang aku kenal ketika aku diusir dari rumahku. Ketika tiada satu orang pun yang mau menerimaku. Aku bertemu dengannya saat hari hujan deras. Saat itu aku duduk di pinggir kedai minuman pinggir jalan. Tyas yang duduk di depan warungnya melihat aku yang kedinginan. Ia pun segera menghampiriku dan mengajakku untuk masuk ke rumahnya.
Rumah itu tidak besar. Terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, dua kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Di ruang tamu hanya ada tiga kursi yang sudah agak usang dan satu buah meja bambu. Seluruh dinding rumah itu dicat dengan warna putih.
Di rumahnya aku mandi air panas dan diberi handuk. Di rumah ia hanya tinggal bersama ibunya. Saat itu aku merasakan kedamaian. Setelah dua hari di sana, aku pun berniat untuk mencari tempat tinggal.
“Sudahlah, Tracy Kamu tinggal di rumahku saja!” Bujuk Tyas waktu itu. Aku tidak langsung mengiyakan. Sebab aku takut kalau mereka tidak mau menerima keadaanku. Namanya saja “antara pria dan wanita”. Di zaman ini, masyarakat belum bisa menerima keberadaan banci seutuhnya meskipun ada sebagian masyarakat yang tidak mau peduli dengan makhluk sejenis banci atau waria.
Akhirnya aku menceritakan semua masalahku, meskipun mereka sedikit kaget. Di luar dugaanku, mereka dengan lapang dada mau menerimaku apa adanya.
# # #

Tyas membubarkan lamunanku.
“Trac, dipanggil emak tuh. Kamu disuruh makan.”
“Iya bentar. Kamu duluan aja nanti aku nyusul deh. Aku mau beresin barang – barangku dulu.”
“Tapi jangan lama – lama ya.”
Setiap malam aku mengamen keliling warung tenda pinggir jalan. Siangnya aku pun terkadang sesekali mengamen di pasar. Hasilnya lumayan. Setela kutabung, aku dapat membeli lipstik, bedak, daster, dan tas yang kugunakan setiap kali aku akan bekerja. Sisanya aku serahkan kepada ibunya Tyas.
Jika aku melihat ibunya Tyas, aku merasa kalau ia adalah ibu kandungku. Aku sangat merindukannya. Hampir 5 tahun aku berpisah dengannya. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya. Pernah aku coba untuk melihat keadaannya, tapi saat aku teringat akan doanya setiap usai sholat agar aku kembali ke kodratku, aku jadi sedih dan tak berani untuk menemuinya.
# # #

“Tracy, ibu mau minta tolong sama kamu.”
“Minta tolong apa bu?”
“Bahan – bahan warung sudah hampir habis, tapi ibu belum sempat untuk ke pasar. Besok ibu harus pergi untuk mengurusi jenazah putrinya Pak Paijon.”
“Ibu catat saja bahan – bahan yang akan dibeli. Besok sebelum bekerja Tracy akan pergi ke pasar untuk membeli bahan – bahan tersebut.”
“Trac, aku ikut ya?” Tyas yang baru selesai sholat namun masih menggunakan mukenah dan kain sarung duduk di sampingku.
“Iya.”
# # #

Pagi – pagi sekali aku sudah bangun. Aku bersiap – siap akan pergi ke pasar. Tyas juga sudah bangun. Jadi, aku tak perlu menunggu lama untuk pergi ke pasar.
Aku mengikat rambutku yang panjang sebahu dengan gelang karet. Semenjak aku tidak lagi menutup identitas diriku, aku mulai terbiasa dengan segala tingkah cewek pada umumnya yaitu memanjangkan rambut. Sebelumnya aku terus menggunakan wig. Tapi, itu terlalu repot. Aku harus selalu berhati – hati agar wig yang kukenakan tidak copot karana orang iseng ataupun angin yang tiada pernah berhenti untuk bergerak.
Banyak orang yang mengatakan bahwa mukaku tidak tampak seperti perempuan. Namun, karena aku telah pandai menggunakan make up, perlahan – lahan mereka mulai mengatakan aku cantik.
Sebelum melangkahkan kaki keluar rumah, sekali lagi aku memastikan dandananku di depan cermin. Setelah merasa rapi dan cantik, aku siap untuk pergi.
“Tyas, kamu sudah siap?” Tanyaku pada Tyas.
“Iya, sudah.”
Aku pun berangkat dengan Tyas. Di pasar telah ramai dikunjungi oleh para penjual dan pembeli. Diantaranya aku sudah kenal.
“Hai, Trac! Semakin hari kamu kelihatan cantik deh.” Itu suara laki – laki penjual kerupuk di pasar. Terus terang aku agak takut dengannya. Tyas pernah bilang kalau ia itu homo. Ih, jijik. Meskipun aku “antara pria dan wanita”, tapi entah mengapa aku tidak menyukai cowok. Aku juga tidak menyukai cewek, sampai saat ini.
Mendengar suara Zaki, begitu ia menyebut dirinya, aku langsung menarik tangan Tyas untuk cepat – cepat pergi darinya.
# # #

Hari ini terasa sangat panas bagiku. Matahari seakan tidak segan – segannya untuk menunjukkan kepada dunia kalau ia yang berkuasa. Aku merasa haus. Kira – kira sudah hampir 5 jam aku mengamen hari ini. Hasilnya lumayan sekitar lima puluh ribu rupiah. Aku pun bermaksud untuk membeli es degan.
Aku melewati lorong – lorong pertokoan yang ada di pasar. Toko – toko itu banyak yang tutup. Aku tidak tahu mengapa. Yang aku pikirkan saat itu adalah pulang dan beristirahat. Namun, saat aku akan melewati lorong terakhir di belokan sebelah kiri, tiba – tiba saja …
“Hai Trac, bagaimana kabarmu?” Yang menanya langsung memegang wajahku. Kontan saja aku kaget. Aku berniat berlari, namun ternyata tanganku telah dipegang olehnya.
“Mau apa kamu Zaki?” Aku mencoba untuk tetap tenang.
“Trac, kenapa sih kamu selalu menghindar dari aku? Kamu tahu nggak kalau aku tuh suka sama kamu.”
Aku kaget mendengar ucapannya.
“Kamu tuh selalu jalan sama Tyas. Aku nggak suka.” Tangannya mulai meraba ke tubuhku. Ada rasa geli sekaligus menjijikkan. Aku berusaha untuk melepaskan tangannya. Namun, aku kewalahan. Tenagaku tak cukup kuat untuk melawan tenaganya. Aku mulai panik.
“A …a …a … ku tidak suka sa …. maaa Tyas. Ta … pi aku juga tidak suka sama kamu.” Aku mencoba membuka suara meski terdengar menggigil.
“Mengapa kamu tidak suka dengan ku?”
“Karena aku masih normal. Aku tidak mau berhubungan dengan sesame laki – laki. Aku jijik.” Kata – kataku mulai menampakkan emosi.
“Apa kamu bilang? Jijik? Kamu jangan munafik. Bagaimana dengan keadaanmu sekarang?”
“Percayalah Trac, aku akan menerimamu apa adanya.”
Zaki terus memaksa tubuhku untuk dekat dengan tubuhnya, Semakin aku berusaha melepaskannya, semakin kuat pula ia memaksaku.
Ia mulai menyeretku ke tempat kosong. Aku kehabisan tenaga. Aku tidak bisa berbuat apa – apa lagi. Jalan satu – satunya adalah berteriak.
“Tolooooooooooong. Tolooooooooong.” Aku berteriak sekencang – kencangnya. Namun, melihatku berteriak, Zaki langsung meletakkan tangannya ke mulutku. Nafasku mulai tak karuan. Kupaksakan kakiku untuk melawan. Kutendang perutnya. Ia pun meringis kesakitan dan di saat itulah aku mencoba lari. Tapi, ia dengan sigap kembali menangkapku. Namun, di saat itu, kakiku tersandung sesuatu. Kepalaku membentur tembok toko. Aku tak sadarkan diri.
# # #

Aku terbangun. Namun aku masih merasakan sakit di kepalaku. Aku coba bangkit sambil memegang kepalaku.
“Ahhhhh. Di mana aku?”
Tiba – tiba muncul seorang wanita datang sambil membawa baskom berisi air.
“Trac, kamu jangan bergerak dulu. Luka kamu belum sembuh.”
“Did mana aku, Yas?”
“Kamu ada di rumah. Kamu nggak apa – apa kan?”
“Kepalaku sakit.”
“Sebaiknya kamu istirahat dahulu.”
Aku mengikuti saran Tyas. Aku kembali berbaring dan mulai memejamkan mataku.
# # #

“Di mana aku?”
Tidak ada yang menjawab. Hanya kuburan di sekelilingku. Suara lolongan anjing membuat bulu kudukku merinding. Tiba – tiba muncul sesosok bayangan putih tanpa muka dari sebuah kuburan. Tak berapa lama kemudian, dari kuburan – kuburan lain bermunculan pula bayangan – bayangan. Aku tak bisa memastikan bayangan siapa itu. Tetapi aku merasa mengenal bayangan - bayangan itu. Bayangangan – banyangan itu pun mendekat ke arahku. Aku ketakutan. Aku berteriak, tapi tak ada yang mendengar.
Tangan – tangan dari semua bayangan itu telah menjamah tubuhku.
“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.”
“Trac, bangun.”
Ku buka mataku. Tidak ada kuburan, tidak ada bayangan yang mengerikan. Yang kulihat adalah …. Oh tidak.
“Ibu?”
“Antan, kamu sudah sadar nak?” Tangannya yang lembut mengusap rambutku yang penuh dengan keringat. Ibu pun akhirnya memelukku.
“Trac, tadi ibumu yang menolong kamu saat kamu akan di …” Saat ibumu melihatmu, ia langsung memanggil orang – orang.”
Aku baru tahu kalau ibu telah menolongku. Aku serasa berdosa sekali kepadanya.
“Ibu, maafkan Antan. Antan janji akan kembali seperti semula. Antan ingin kumpul sama Ayah.”
“Antan.”
Tak terasa air mata jatuh dari pelupuk mataku. Aku sadar kalau aku sudah mengecewakan banyak orang terutama kedua orang tuaku. Tuhan telah menolongku. Aku serasa kembali dilahirkan.


--- Selesai ---



By: Suci Pratiwi
Back to top Go down
View user profile
A.Pravita.S
Admin
Admin


Jumlah posting : 142 Age : 24
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Tue Nov 16, 2010 9:01 pm

Bagus kak Suci.....



_________________
....bE yOUr sELf....

:maaf3: :maaf3:
Back to top Go down
View user profile
vonder DVC
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 227 Age : 25
Lokasi : bengkulu

PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Wed Nov 17, 2010 11:08 am

i like ittt kax suciii


Back to top Go down
View user profile http://www.dvc16.blogspot.com
yuri
Newbie
Newbie


Jumlah posting : 135 Age : 24
Lokasi : BENGKULU

PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Wed Nov 17, 2010 12:50 pm

ka' suci koq endingny g' jlas gitu
g' kthuan akhir nsib tokoh dlam cerita t

tapi
Back to top Go down
View user profile
A+
Admin
Admin


Jumlah posting : 448 Age : 26
Lokasi : Bengkulu

PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Sat Nov 27, 2010 12:02 am

Di Karena Kan Jumlah Peserta Yang Belum Memenuhi Syarat Kompetisi Forum, Sesuai Dengan Persyaratan Perlombaan, Bahwasanya Peserta Minimal 10 Orang Agar Kompetisi Bisa Dianggap Sah. Namun Saya Selaku Admin Sangat Menghargai Dan Sangat Berterima Kasih Atas Partisipasi Teman-Teman Yang Telah Berkompetisi Di HIMATIF FORUM COMPETITION. Saya Hanya Bisa Memberikan Satu Study Point Untuk Setiap Thread Yang Di Post Untuk Kompetisi, Terima Kasih Untuk Partisipasi Nya. Tunggu Kompetisi Forum Selanjut Nya, Coming Soon......

:maaf1:

_________________
Berapa Nilai Dari Kasih Dan Cinta ? , Kasih Dan Cinta Hanya Lah Nafsu Belaka

Berapa Nilai Dari Duka Dan Benci ? , Duka Dan Benci Hanya Lah Keluhan Manusia
Back to top Go down
View user profile http://ariakbarsyah.weebly.com
Irham
Anggota
Anggota


Jumlah posting : 68 Age : 26
Lokasi : Taman Langit

PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Sat Nov 27, 2010 8:31 pm

Quote :
ka' suci koq endingny g' jlas gitu
g' kthuan akhir nsib tokoh dlam cerita t

tapi

kan dx salah bwt crt yng endingny gantung......
Back to top Go down
View user profile
Akhnukh
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 167 Age : 26
Lokasi : bengkulu

PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Sun Nov 28, 2010 12:39 am

kereeen...
amb justru suko kek endingnyo....
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: CERPEN : ADA APA DENGANKU?????   Today at 3:40 pm

Back to top Go down
 
CERPEN : ADA APA DENGANKU?????
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Pengen bagi2 cerita ttg safety riding
» SHARING PENGALAMAN - MODIFIKASI MOTOR !!!!!!
» Cerita Plester (plesetan Misteri) "Ninja Menangis di Tengah Malam"
» Crime Story #2 : Akhir Petualangan "Whitey Bulger"
» Catatan Harian si Green Barret

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 :: Hobbies Di HIMATIF UNIB :: Books And Manga Room-
Jump to: