HomeHome  PortalPortal  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  
Kisah di Balik Perintah untuk Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Keutamaan Puasa Arafah552
Share | 
 

 Kisah di Balik Perintah untuk Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Keutamaan Puasa Arafah

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Yuniarthie
Anggota
Anggota


Jumlah posting: 19 Age: 20

PostSubject: Kisah di Balik Perintah untuk Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Keutamaan Puasa Arafah   Mon Oct 22, 2012 6:33 am

Assalamu'alaikum. Selamat pagi. Pada kesempatan kali ini aku mau ngebahas tentang Idul Adha. Karena berhubung bentar lagi kita mau ngerayain hari raya Idul Adha atau hari Raya Kurban. Yang mau aku bahas adalah tentang awal kisah diperintahkannya kita umat Islam untuk berkurban dan tentang puasa Arafah.

Cerita aku mulai dari kelahiran Nabi Ismail. Nabi Ismail merupakan putra dari Nabi Ibrahim dari istrinya yang bernama Siti Hajar. Pada saat itu Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah untuk diberikan keturunan yang baik, lalu Allah memberikan kabar gembira kepadanya bahwa doa itu akan segera dikabulkan. Ketika Ibrahim menetap di negeri Baitul Maqdis selama sepuluh tahun, Sarah berkata, ‘Sesungguhnya Tuhan telah menetapkan bahwa aku tidak akan bisa melahirkan. Oleh karena itu nikahilah pelayanku ini semoga Allah memberikan anak kepada kita melaluinya.

Setelah Ibrahim menyetujui usul istrinya tersebut, maka ia menikahi hamba sahaya yang diberikan oleh raja mesir sebelumnya. Tak lama kemudian Hajar pun hamil. Malaikat memberitahukan bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki diberi nama Ismail. Setelah besar nanti ia akan dikenal seluruh masyarakat dan banyak membantu orang. Orang banyak pun akan membantunya. Kemudian ia juga akan menguasai seluruh negeri saudaranya. Maka Siti Hajar pun mengucapakan syukur atas hal tersebut.

Ketika Siti Hajar melahirkan Ismail, kecemburuan Siti Sarah makin membara. Sarah meminta Ibrahim untuk menyingkirkan Hajar dari pandangannya. Maka dari itu dengan berat hati nabi Ibrahim membawa Hajar dan Ismail yang saat itu masih bayi keluar dari rumah dan berjalan hingga sampai di suatu tempat yang sekarang dikenal sebagai Kota Makkah.

Setelah menemukan tempat tersebut, kemudian Nabi Ibrahim berniat meninggalkan mereka untuk kembali ke Negeri Syam. Namun Siti Hajar mencegahnya, tapi setelah mengetahui bahwa ini merupakan perintah Allah, maka Siti Hajar pun mengikhlas kepergian Ibrahim. Setelah cukup jauh berjalan, Nabi Ibrahim berhenti kemudian berbalik ke belakang seraya berdoa. Doa Nabi Ibrahim terdapat di dalam Al-Quran Surah Ibrahim: 37.

Saat ditinggalkan Nabi Ibrahim, Siti Hajar tetap memberikan asi kepada Ismail, namun lama kelamaan bekal air mereka habis dan air susu Siti Hajar pun mengering. Karena tidak tega melihat anaknya yang gelisah karena haus, maka ia pun memutuskan pergi dari tempat itu. Lalu setelah lama berjalan sampailah mereka di bukit Shafa. Kemudian Siti Hajar memandang sekitar untuk mencari seseorang yang dapat membantunya, namun tak ada seorang pun di sana. Kemudian dia turun dari bukit itu sambil berlari-lari kecil menuju bukit Marwah, namun lagi-lagi ia tidak melihat siapapun di sana. Selanjutnya ia bolak-balik di kedua bukit itu dan melakukan hal yang sama. Rasulullah bersabda, ‘Itulah alasan disyariatkannya bersa’i antara kedua bukit itu’. (saat haji/umrah)

Ketika Siti Hajar berada di atas bukit Marwah untuk ketujuh kalinya, ia mendengar ada suara yang memanggilnya. Dan setelah dicari darimana asal suara tersebut ternyata suara tersebut merupakan suara malaikat. Siti Hajar melihat malaikat tersebut menghentakkan kakinya hingga keluarlah mata air di tempat itu. Setelah melihat hal tersebut Siti Hajar pun segera menuju tempat tersebut. Ia menciduk air tersebut dan memasukkannya ke dalam kantong. Air tersebut segera diminum dan setelah itu Siti Hajar memberikan susu pada anaknya.

Hajar menjalani kehidupannya dengan meminum air Zamzam. Hingga pada suatu hari ada sekelompok orang yang berasal dari Jurhum. Setelah mencari tahu bahwa daerah yang ditempati Siti Hajar terdapat air, maka kelompok tersebut meminta izin kepada Siti Hajar untuk menetap di sana. Siti Hajar pun senang atas kedatangan kelompok tersebut. Maka meneteplah kelompok Jurhum tersebut, hingga akhirnya kota Makkah semarak dengan keberadaan sejumlah keluarga di sana.

Ismail pun bertambah besar dan mulai dewasa, maka ia dinikahkan dengan wanita dari kelompok Jurhum. Tak lama kemudian ibunda Ismail menghadap ke haribaan Allah.

Setelah beberapa lama ibu Ismail meninggal akhirnya Ismail dapat bertemu kembali dengan ayahnya yaitu Nabi Ibrahim. Pada saat itu Nabi Ibrahim bermimpi dalam tidurnya seakan ia mendapatkan perintah untuk menyembelih Ismail. Hal tersebut merupakan ujian yang sangat berat, mengingat Ismail adalah putera yang sangat ia sayang dan mereka baru saja bertemu. Lalu nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya kepada Ismail. Karena nabi Ismail adalah anak yang berbakti maka ia langsung mempersilahkan ayahnya untuk melakukan hal tersebut. Setelah keduanya sama-sama berserah diri, kemudian nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan pelipis menempel di tanah. Setelah nabi Ibrahim berusaha menggerakkan pisaunya di leher Ismail, Allah memanggilnya, “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Kemudian anak itu diganti dengan seekor hewan sembelihan besar. Perintah menyembelih Ismail terdapat di surah Ash-Shaaffaat: 99-113.

Dari sinilah kisah perintah berkurban dianjurkan kepada umat Islam untuk mengukur sampai di mana keataatan seorang hamba. Berkurban merupakan perintah langsung dari Allah swt, di mana Allah menguji kesabaran, keikhlasan dan ketaatan hamba-hamba-Nya agar mereka senantiasa menjadi hamba yang bersyukur.

PUASA ARAFAH

Puasa Arafah adalah puasa yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.


Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat.
Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)

Mengenai keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,


صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ


“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah di antara jalan untuk mendapatkan pengampunan di hari Arafah. Hanya sehari puasa, bisa mendapatkan pengampunan dosa untuk dua tahun. Luar biasa fadhilahnya ...

Hari Arafah pun merupakan waktu mustajabnya do’a sebagaimana disebutkan dalam hadits,


خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ


“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Jadi dapat kita lihat bahwa berkurban dan puasa arafah memiliki keutamaan yang begitu besar. So, buat sahabat blogger jangan lupa tahun ini untuk berkurban dan puasa arafah yah. Bagi yang belum mampu untuk berkurban ya kita puasa arafah dulu gitu :)

Segitu dulu yah sahabat. Semoga postan aku kali ini bermanfaat buat sahabat ^^
oh y, Selamat Hari Raya Idul Adha Sahabat ^^

Wassalamu'alaikum.


Untuk lebih jelasnya dapat langsung ke blog saya hehehe
http://arthie23.blogspot.com



Back to top Go down
View user profile http://arthie23.blogspot.com
kirito
Admin
Admin


Jumlah posting: 349 Age: 22
Lokasi: earthland

PostSubject: Re: Kisah di Balik Perintah untuk Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Keutamaan Puasa Arafah   Tue Oct 23, 2012 12:19 am

Wa'alaikumsalam .......
wah,
bagus dan pas banget waktunya
Jadi ingat jaman2 sekolah bahas sejarah qurban ...
ayo, sebentar lagi puasa arafah tiba...

yuk, puasa .. besar loh faedahnya, "menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang"
yang masih puasa awal dzulhijah, lanjutkan
perbanyak berbuat kebaikan karena “Sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah lebih utama daripada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Dan sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam (pertama) bulan Dzulhijjah.” (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah)

_________________
sekai o mamoru tame ni !
Back to top Go down
View user profile
Yuniarthie
Anggota
Anggota


Jumlah posting: 19 Age: 20

PostSubject: Re: Kisah di Balik Perintah untuk Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Keutamaan Puasa Arafah   Thu Oct 25, 2012 8:51 pm

alhamdulillah. mkasih kak fauzi


iya gimana nih tadi kkak, mbak, dan teman" puasa gak?

yang hari ini bisa puasa selamat yah
anda mendapatkan keutamaan puasa arafah dari Allah yaitu dihapuskanny dosa" 1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang. .

dan bagi yang belum ada kesempatan untuk puasa tahun ini, InsyaAllah, Allah kasih kesempatan buat puasa tahun depan. Aamiin

Tetap Semangat

# فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
Berlomba-lombalah dalam kebaikan
Back to top Go down
View user profile http://arthie23.blogspot.com
 

Kisah di Balik Perintah untuk Berkurban di Hari Raya Idul Adha dan Keutamaan Puasa Arafah

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

 Similar topics

-
» Dapatkan Rupiah Setiap Hari .................!!!!!!!!!!!!!
» Pasar Online Game Khusus JUAL - 1 Hari = max 2x Post!
» Saran Nya UNtuk Forum Kita
» hai salam kenal untuk semuanya
» Untuk daftar Pointblank Italy

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
 ::  :: -